jump to navigation

Lambang Daerah, Simbol Peluang Daerah Juni 19, 2011

Posted by peluangdaerah in Kota Pekalongan, Kota Surakarta.
Tags: ,
trackback

Melalui tulisan yang pertama ini, kami mengajak para pembaca untuk menjadi lebih tertarik dalam memahami suatu peluang yang dimiliki daerah. Banyak orang (termasuk kami) yang mengaku kesulitan untuk memahami dan menggali potensi yang dimiliki oleh daerah. Kesulitan tersebut biasanya dilatarbelakangi oleh keterbatasan informasi dan data yang ada di daerah tersebut. Selain itu, masalah perbedaan budaya dan sosial juga seringkali menjadi faktor penghambat dalam menentukan peluang yang tepat untuk daerah tersebut.

Beberapa pembaca sering bertanya kepada kami tentang bagaimana cara membaca peluang yang dimiliki oleh suatu daerah secara cepat namun tetap efektif dan efisien. Pertanyaan semacam itu memang menjadi pertanyaan yang biasa disampaikan oleh sebagian besar orang yang sedang mempelajari peluang daerah. Pada awalnya, kami juga seringkali mengalami kesulitan terkait bagaimana cara memahami eluang daerah tersebut secara cepat.

Namun pertanyaan tersebut terpecahkan saat kami mencoba untuk memahami lambang suatu daerah. Sebagaimana kita ketahui, hampir setiap daerah yang ada di Indonesia pasti memiliki lambang daerah yang berbeda antara satu dengan lainnya. Setiap lambang daerah pasti memiliki makna tersendiri yang terkandung didalamnya, dapat dipastikan bahwa tidak ada datu daerah yang membuat lambang secara asal-asalan. Masalah gambar, warna bahkan garis yang ada di suatu lambang daerah memiliki makna tersendiri.

Lambang daerah merupakan pencitraan daerah, melalui lambang tersebut kita dapat mengetahui rahasia daerah serta harapan yang ingin disampaikan oleh daerah tersebut. Kita ambil contoh sederhana, daerah penghasil batik. Pada umumnya daerah yang menjadi sentra penghasil batik dan memiliki hubungan ekonomi dengan batik, akan menampilkan lambang batik pada lambang daerahnya. Berikut ini contoh lambang kota Pekalongan dan kota Solo.

Kota Pekalongan

Kota Pekalongan

Kota Solo

Pada lambang daerah yang ada di Kota Pekalongan, gambar batik secara jelas terlihat pada logo canting yang menjadi simbol utama pada lambang kota ini. Lambang canting tersebut menunjukkan bahwa kota Pekalongan merupakan produsen dan penghasil utama industri batik, selain itu dalam lambang kota tersebut juga terdapat motif batik “Jlamprang” yang menunjukkan  hasrat kuat kota Pekalongan untuk semakin mengembangkan dunia batik di Indonesia.

Demikian pula pada kota Solo, pada lambang kota tersebut terdapat gambar kain yang menunjukkan bahwa kota ini merupakan pusat industri tekstil. Berbagai macam tekstil terdapat di kota Solo, namun fokus utama yang dikembangkan oleh kota ini adalah industri tekstil batik. Hal ini dapat dilihat dari gambar batik “Sidomukti” yang terdapat pada lambang tersebut, Sidomukti merupakan bagian dari ciri khas batik yang ada di kota Solo.

Dari dua lambang tersebut kita dapat mengetahui pada dasarnya setiap daerah selalu berusaha untuk menampilkan peluang daerah yang dimilikinya melalui lambang daerah. Dengan teknik ini, kita dapat mengetahui peluang daerah secara cepat dan efisien. Namun kelemahan dari teknik ini adalah gambaran yang diberikan terkait peluang daerah masih terlalu umum sehingga banyak peluang tersembunyi lain yang belum tergali jika kita terlalu bergantung pada teknik ini.

Oleh karena itu, lambang daerah hanya dapat dijadikan sebagai pengantar singkat untuk memahami peluang suatu daerah. Akan tetapi jika kita ingin mendapat informasi lebih dalam dan penggalian potensi yang lebih jauh, maka kita tetap harus mengenali daerah tersebut. Meminjam istilah lama, “Tak kenal maka tak sayang”, jika istilah tersebut disesuaikan dengan peluang daerah akan menjadi “Tak kenal maka tak ada peluang.”

Semoga teknik tersebut diatas dapat membantu kita dalam memahami peluang yang ada pada setiap daerah. Jika peluang dapat dikenali, kemudian digali, maka cita-cita “One City, One Sister City” akan mudah terlaksana.

Ditulis Oleh:

Muh. Miftachun Niam

Penggiat Sister City Indonesia

Komentar»

No comments yet — be the first.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: